Federal Trade Commission (FTC) mulai menelaah standar pelacakan situs search engine. Dari sekian banyak situs, baru Google yang dianggap satu-satunya mesin lacak yang memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Akhir Juni lalu, FTC menyatakan sebagian besar mesin lacak situs web besar tidak mengungkapkan dengan gamblang tentang "deal" yang memberikan peningkatan layanan terhadap para pengiklan.

FTC membuka temuannya sebagai rekomendasi, sekaligus indikasi bisa dilakukannya penuntutan secara hukum jika mesin lacak bersangkutan tidak mengembangkan batasan yang jelas antara hasil pencarian "free-based" dan yang dihasilkan melalui formula tertentu.

Lembaga itu belum menetapkan batas waktu ketentuan itu. Yang jelas, secara teknis penerapannya dianggap sejumlah ahli tak terlalu rumit.

Untuk memperoleh respon mesin lacak, kantor berita Associated Press pernah melakukan penelitian terhadap selusin situs lacak terkemuka seperti Alltheweb, AOL, AltaVista, AskJeeves, Google, Hotbot, Looksmart, Lycos, MSN, Overture, Netscape, dan Yahoo!. Penelitian itu menemukan sedikit perubahan. Namun kesimpulannya, Google menjadi salah satu yang memenuhi kriteria yang ditetapkan FTC.

Tentu saja hal ini bukan barang baru buat para pengguna Google. Dua pendiri situs lacak tebersar ini, Larry Page dan Sergey Brain menyatakan situsnya berusaha terus mencegah masuknya unsur editorial.

Postingan Populer